#TogetherWeFightStunting : Stunting, Tak Hanya Soal Anak Pendek

Program yang ada di Seribu Projects secara umum berfokus pada permasalahan gizi di Indonesia, khususnya permasalahan stunting. Di tengah pesatnya era perkembangan zaman, perjalanan pola penyakit sudah berganti dimana penyakit infeksi dan kekurangan gizi yang semakin berkurang menjadi penyakit degeneratif dan kelebihan gizi yang semakin bertambah. Akan tetapi, permasalahan gizi yang lampau di negara kita masih belum usai hingga menjadi beban berlipat atau kerap disebut Triple Burden of Malnutrition.

Masalah kekurangan gizi masih perlu diselesaikan, tetapi masalah kelebihan gizi tak mudah dihindari. 

Stunting merupakan masalah kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan nilai tinggi badan menurut usia (TB/U) yang rendah. Dampak dari stunting tak hanya terbatas pada pendeknya postur tubuh anak, tetapi terdapat dampak jangka pendek dan jangka panjang dari stunting, seperti:

  • Terganggunya perkembangan anak →  menyebabkan penurunan prestasi sekolah anak
  • Berkurangnya kekuatan fisik dan kapasitas kerja di masa mendatang → mengurangi produktivitas dan pendapatan
  • Perubahan fungsi fisiologis → menyebabkan penyakit tidak menular ketika dewasa dan meningkatkan resiko kematian 

Padahal, diperkirakan Indonesia akan menghadapi bonus demografi yang puncaknya tahun 2030 mendatang. Hal demikian kian mendorong pentingnya penyiapan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing untuk memaksimalkan bonus demografi yang mana populasi penduduk akan didominasi oleh penduduk berusia produktif (15-64 tahun). Jika permasalahan stunting dapat diatasi, dampak-dampak stunting terutama yang berkaitan dengan penurunan produktivitas dapat dicegah di masa mendatang. 

 

 

Siklus Stunting

 

Penyelesaian stunting tak hanya berbicara soal status gizi atau status kesehatan anak. Jauh sebelum itu, stunting berkaitan pula dengan status gizi sang ibu saat remaja. Pemenuhan gizi saat remaja menjadi hal yang penting untuk diperhatikan mengingat permasalahan gizi saat remaja dapat berdampak pada penyakit kronis di kemudian hari. Prevalensi kekurangan zat gizi yang masih tinggi di Indonesia yaitu prevalensi anemia sebanyak 48,9% pada tahun 2018 (Kemenkes, 2018). Padahal, kondisi anemia remaja putri yang tidak ditangani, dapat berlanjut hingga sang remaja menjadi ibu dan meningkatkan resiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, pendarahan pascapersalinan, bayi lahir prematur, hingga meningkatkan resiko anak yang dilahirkan menjadi stunting. Akibatnya, menjadi rantai siklus malnutrisi yang tak berujung.

2024 kurang dari setahun lagi, bisakah mencapai target penurunan stunting 14%?

Data prevalensi stunting terbaru yang dikeluarkan oleh SSGI (Survey Status Gizi Indonesia) sebesar 21,6% pada tahun 2022.  Berdasarkan penyampaian Wakil Presiden Republik Indonesia, K.H Ma’ruf Amin, yang dikutip dari laman www.wapresri.go.id , perkiraan penurunan stunting pada tahun 2023 ini yaitu 3,8% . Begitupula perkiraan penurunan stunting tahun 2024 yang juga sebesar 3,8% yang artinya penurunannya akan menjadi 7,6%. Prevalensi stunting tahun 2022 sebesar 21,6% sehingga jika berhasil mencapai penurunan sebesar 7,6% tersebut, target stunting 2024 diperkirakan dapat tercapai. 

Tentunya untuk mencapai angka tersebut tak lepas dari koordinasi dan strategi penurunan stunting dari berbagai sektor. Pada akhirnya, setiap dari kita memiliki peranan untuk ikut andil dalam penyelesaian masalah kekurangan gizi ini.

Let’s fight against stunting together for better Indonesia!

#TogetherWeFightStunting #SeripediaOnWebsite 

 

Sumber

Anita, W. 2022. Kepatuhan minum tablet tambah darah pada remaja putri dalam upaya pencegahan stunting: Systematic review. Jurnal Kesehatan Maharatu, 3(1): 9-21.

Beal, T. Tumilowicz, A. Sutrisna, A. Izwardy, D. Neufeld, L. M. 2018. A Review of Child Stunting Determinants in Indonesia. Maternal and Child Nutrition, 14: 1-10.

Kemenkes RI. 2018. Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Anemia pada Remaja Putri dan Wanita Usia Subur. Direktorat Gizi Masyarakat Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI.

Kemenkes RI. 2023. Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. 

Leroy, J. Frongillo, E.A. 2019. Perspective: What Does Stunting Really Mean ? A Critical Review of The Evidence. Perspective, 10: 196 – 204.

World Health Organization.  Malnutrition. [Online] Diakses melalui https://www.who.int/health-topics/malnutrition#tab=tab_1 

Kominfo. 2020.  Komitmen Pemerintah Mewujudkan Bonus Demografi yang Berkualitas. [Online] Diakses melalui https://www.kominfo.go.id/content/detail/27423/komitmen-pemerintah-wujudkan-bonus-demografi-yang-berkualitas/0/berita ]

Wapresri.go.id. 2023. Evaluasi program Percepatan Penurunan Stunting, Wapres Optimis Target Nasional Tercapai. [Online] Diakses melalui https://www.wapresri.go.id/evaluasi-program-percepatan-penurunan-stunting-wapres-optimis-target-nasional-tercapai/ 

Share

Post Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *