Sabtu, 31 Januari 2026, Seribu Projects berkolaborasi bersama Muda Tahan Bencana mengadakan serangkaian kegiatan mitigasi bencana banjir bertajuk “Siaga Banjir, Siaga Gizi”. Kegiatan dilaksanakan pada pagi hari dan berlokasi di MIN 9 Jakarta Selatan.
Berlatar belakang maraknya kejadian bencana di berbagai lokasi di Indonesia, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat. Melalui mitigasi bencana, resiko dan dampak dari suatu bencana dapat dikurangi. Ketangguhan fisik saat situasi darurat juga merupakan aspek yang harus diupayakan. Asupan gizi saat bencana merupakan bagian penting yang kerap tersimplikasi, padahal makan saat bencana tidak hanya bertujuan untuk mengenyangkan tubuh saja, tetapi juga meningkatkan kemampuan bertahan dan mengurangi resiko malnutrisi saat bencana. Kegiatan “Siaga Gizi, Siaga Banjir” membawakan dua topik materi utama yang disampaikan secara interaktif kepada siswa-siswi MIN 9 Jakarta Selatan.
Edukasi Gizi Saat Situasi Darurat Bersama Seribu Projects
Penyampaian materi #SiagaGizi menggunakan metode story telling bertajuk “Superhero Tangguh Saat Bencana” mengenalkan pentingnya menjaga kesehatan dan mencukupi asupan gizi yang tepat saat situasi darurat. Selain story telling, aktivitas berupa simulasi pengisian “Tas Siaga Gizi” juga dilakukan sebagai pengenalan aspek preventif untuk meningkatkan kewaspadaan akan bencana hingga menjadi lebih tenang dalam situasi darurat. Materi #SiagaGizi dibawakan oleh 3 orang tim dan volunteer dari Seribu Projects yaitu kak Yuga, kak Mahsa, dan Kak Fajar.
Edukasi Mitigasi Bencana Banjir Bersama Muda Tahan Bencana
Penyampaian materi #SiagaBanjir disampaikan oleh 3 orang tim Muda Tahan Bencana, yaitu Kak Iqbal, Kak Aria, dan Kak Riskha. Ketiganya melibatkan keaktifan para siswa melalui berbagai metode penyampaian materi. Mulai dari pengenalan penyebab banjir, tanda-tanda banjir, hingga langkah yang dilakukan saat banjir. Selain itu, tim Muda Tahan Bencana juga mengarak para siswa untuk melakukan percobaan sederhana tentang mekanisme terjadinya banjir. Tak hanya disitu, aktivitas menyanyikan lagu sederhana tentang kesiapsiagaan saat banjir dilakukan sebagai salah satu aktivitas ice breaking.


Flash Card dan Tas Siaga Gizi Sebagai Media Edukasi
Seusai kedua sesi materi, siswa diajak untuk bermain games edukatif bersama. Games ini melatih siswa untuk bekerja sama dengan teman kelompoknya untuk menyusun flashcard yang berisi berbagai jenis makanan dan perlengkapan yang termasuk barang yang diperlukan dalam tas siaga gizi dan tas siaga bencana. Seluruh sesi ditutup dengan tanya-jawab melalui “pertanyaan cepat” seputar mitigasi banjir dan kesiapan gizi. Sesi ini menjadi sesi recall materi agar pesan selama kegiatan dapat lebih diingat. Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi, sharing, dan foto bersama untuk mengukir memori dari kegiatan “Siaga Banjir, Siaga Gizi” kali ini.

